SULTRAHITS - E-Sport saat ini sudah mulai berkembang dari yang sebelumnya hanya untuk kesenangan dan kepuasan kini menjadi profesi yang cukup menjanjikan. Bicara soal Esport khusunya di sulawesi tenggara belum begitu baik beberapa gamer bermain hanya untuk bersenag-senang dan menghabisakan waktu seperti bermain PB, CSGO maupun Dota 2. Profesional player masih cukup minim di tambah lagi banyak game center yang tutup serta kurangnya dukungan dari pemerintah setempat.

Ini dapat terlihat masih kurangnya turnamen-turnamen ESport di sulawesi tenggara atau kurangnya peminat mengikuti event ESport dari luar daerah. Selain itu orang tua juga terkadang melarang anaknya untuk terus bermain game sehingga menghambatnya dalam mencapai tingkat pro player. Di zaman sekarang ESport bukan lagi sebuah permain yang hanya dimainkan untuk bersenang-senang sebagian orang telah menjadikannya sebagai profesi dan jaminan hidup. Banyak turnament ESport yang berhadiah ratusan juta hingga ratusan milyar rupiah. Seperti turnamen dota 2 The international, untuk turanament di sekitaran Sulawesi yang terbesar masih sering di adakan di kota makassar, palu, dan manado semoga di waktu yang akan datang bisa ada turnamen besar di kota kendari sehingga menaikan popularitas ESport dan semangat para player.

ESport di gadget pun sekarang sudah menjanjikan dimana game seperti Vainglory, Mobile Legends dan AOV memiliki event yang berhadiah ratusan juta hingga milyaran rupiah. Memang butuh waktu dan kerja keras untuk mencapai tingkat pro player jika bersungguh-sungguh dan giat berlatih tidak menutup kemungkinan banyak profesional player dari Sulawesi Tenggara yang dapat mengharumkan nama daerah.
Note: Latihan, Latihan, Latihan